Skip to main content

Posts

Showing posts with the label rindu

Pengalaman KKN di Desa Mentarang Baru 2018

Pengalaman Pertama di Lokasi Saya Melji Salwanis, asing bagi saya saat pertama kali menginjakkan kaki di Mentarang Baru, Malinau. Bagaimana tidak melihat suasana yang berbeda dengan kota asal saya Tarakan, rumah yang dipenuhi ukiran dan gambar buaya yang menakutkan, orang-orangnya yang dipenuhi dengan gambar tato, anjing yang berkeliaran dimana-mana, susunan rumah warga , gadis-gadis desa yang cantik-cantik, saya muslim dan disana tidak ada Masjid sama sekali, itu semua beban bagi saya diawal kedatangan, mengaduk-aduk adrenalin saya ketika itu. Apakah saya bisa bertahan selama 35 hari dengan keadaan seperti ini, sembari berulang-ulang kutatap jam tanganku 1 jam ketika itu sangat lama terasa, kerinduan dengan keluarga itu sudah biasa, apalagi dengan segala keterbatasan fasilitas. Belum lagi ketakutan akan keberadaan kami di Desa tidak disenangi oleh warga desa, sehingga sewaktu-waktu mereka mencelakai kami semua. Oh iyah tidak lupa juga dengan kesan pertama dengan teman-teman kelomp...

Rembulan Malam

Saat mata tak dapat lagi terpejam... Dan kesunyian malam pun datang... Kutanya pada hati yang dalam... Ku mencoba mencari makna yang mengorek qalbu... Deraian bunyi kipas, seketika berubah menjadi alunan musik yang indah... Andai saja aku pandai bernyanyi... Ingin ku nyanyikan sebuah lagu keindahan yang tersembunyi... Ada apa dengan pikiran ini ? Ia memutar tak menentu tak menemukan ujung... Gelisahpun mewarnai malam... Malam yang dipenuhi bintang-bintang dalam khayalan... Ada kah yang ku rindu saat ini ? Sosoknya yang belum jelas, siapa dan dimana ia berada... Tawa candanya bisa membuatku lupa terhadap hakikat sebagai manusia... Ketika cinta datang menggoda... Dan keindahan mulai memancar... Kau kah itu bunga yang mekar ? Kau kah itu wanita idaman ? Kutitip salamku dalam kelembutan angin malam... Kuharap angin itu menepis lembut tubuhmu agar kau tertidur ... Dan diriku engkau mimpikan dalam tidurmu... Tetaplah bertahan dari titik kau berdiri saat ini... Aku tak...

Aku Sebut itu Cinta

Pernah merasakan bahagianya sendiri. Tapi itu beberapa hari yang lalu sebelum hadirnya, yang sering aku sebut cinta. Dia menutupi idealisku. Melunakkan hati dan menguasai jiwa, sehebat itu dia. Aku merasakan keberadaanya sudah lama, namun cintanya baru saja hadir dalam hati. Namun aku tak ingin terlalu larut dalam cinta yang semakin dalam ini. Rasa rindu yang kian menghimpit, rasa ingin memeluknya erat, menggenggam tangannya membawanya pergi kemanapun. Dan di sana ku ingin menghabiskan waktu bersamanya, itu hasrat sederhanaku. Namun jika itu terjadi, ia Mematahkan janjiku dan memunculkan pemghianatan pada ucapanku dulu. Janji untuk tidak jadi pengecut, karena sudah puluhan hati yang ku genggam namun begitu mudahnya ku lepas. Tak ku tau sudah sebesar apa dosa ini. Terkadang pikirku, apa yang ada dalam diri pria ini. Hingga wanita itu nyaman padanya. Pria yatim yang masa lalunya terlalu kelam, nakal, pembuat masalah, pemain wanita, pengisi jalan yang sepi dimalam hari. Dan sekarang ia...

Bahagiaku Ada Padamu

seringkah kamu diam dalam sedihmu... mungkin saja kamu sering berpikir kecewa terhadapnya... Aku Sampaikan Padamu, kecewamu tidak bertepuk sebelah tangan... Percayalah ia juga merasa seperti apa yang engkau rasa... Jangan Pernah Berfikir, Kamu tak bernilai dalam hidup seseorang... Kamu Istimewah lebih dari yang engkau rasakan Untuknya... Jangan jangan Kamu Berfikir semua ini Tak adil... Lebih lanjut kau pikirkan hanya dirimu yang menanggung beban rindu ... Tenanglah wahai bunga mawar yang tetap terjaga... bersabarlah dan jagalah parasmu agar tetap segar... Bahwa semua akan indah pada waktunya... Hanya saja saat ini waktu belum tepat untuk memberikan Jawaban dari Rasamu...

Kamu Harus Belajar Kecewa Dari Rindu

Pagi... Terlalu dingin hingga tulang pun seakan merapuh... Secangkir kopi pun tak mampu menghangatkan suasana... Ouh jangan-jangan ! Kamu rindu pada seseorang yang selama ini kau imajinasikan hidupnya bersamamu... Ouh jangan bilang ! Dia yang selalu mengusik pikiranmu... Tak salah , namun apa itu benar kau rasa ? Ah ! Begitu kah, Hingga menguras habis seisi pikiranmu... Kau tak menduga, secara tak sengaja kau curi pandang... Lama sang waktu, akhirnya hatimu jatuh padanya... Kau kata, ingin terbebas, namun justru semakin mendalam... Setiap tarikan nafas sudah tercemari olehnya... Pikiran melambung tak tentu arah kemana ia pergi .... Dan perasaan dilema, antara memilikimu atau melepasmu ia rasa... Kau harus belajar kecewa, sebelum perasaan kecewa itu benar benar datang... Karena jika tidak, kau harus menanggung untaian kata kata indah namun menyakitkan pada akhirnya... Mengerti ? Tak perlu kau pahami terlalu... Seperti seharusnya kau pahami cinta yang kau pun...

IBU, AYAH ANDAI KAU TAHU TAK SEDIKITPUN AKU MENGINGINKAN HAL INI

#Hasilkhayalan Aku tak bisa membayangkan jika masa-masa hidupku ini (dari aku kecil) selama 14-15 tahun tak bersama dengan kasih sayang kedua orang tua . itu cukup menghancurkan harapan dan mimpi-mimpiku . namun di kehidupan lain, hal itu adalah sebuah kenyataan, dia seorang wanita yang cantik, kuat dan cerdas... aku tahu itu....dan itu terjadi pada dirinya... Namun jika di lihat dari kesehariannya, masalah sedikitpun tidak nampak pada dirinya, senyum senyum di bubuhi dengan rasa malu-malu menghiasi wajahnya, membuatku tidak percaya dengan apa yang ia alami saat ini. Jika saja aku berada dalam kisah itu, mungkin aku tak seperti dia. dia wanita hebat, mampu bertahan dalam takdir cobaan yang di berikan padanya. walau aku tahu, senyuman itu tidak selamanya memberikan tanda kebahagiaan, aku memahami jika kesedihan dalam hatinya juga ia rasakan, aku pahami itu... aku mengenal ia, namun tidak mengenal dengan dekat.... yang aku tahu ia orang hebat, mampu menciptakan keb...